Jumat, 25 Februari 2011
Apakah anda menunggu Ipad Generasi 2
CALIFORNIA - Meski dikabarkan mengalami keterlambatan pengapalan, Apple disinyalir bakal memperkenalkan iPad 2 secara resmi, pekan depan.
Kamis, 24 Februari 2011
Tentang Kopi, Kopi dan Kopi
Kandungan kopi didominasi oleh senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal yang memiliki sensasi rasa pahit. Adalah Friedrich Ferdinand Runge, kimiawan Jerman, yang mengidentifikasi senyawa ini pada 1819. Ia memberi nama kafein untuk senyawa yang bekerja menyerupai obat perangsang psikoaktif dan diuretik itu.
Kandungan kimiawi kopi diantaranya:
Jika merujuk pada sejarah penemuan kopi, dapatlah dipahami mengapa penggembala Ethiopia dan kambing-kambingnya yang memakan kopi tiba-tiba menunjukkan atraksi aneh berupa gerakan enerjik dan riang gembira. Sebab, kafein merangsang sistem syaraf pusat, menghadirkan sensasi segar, penuh tenaga, dan menghilangkan kantuk untuk sementara.
Kandungan kimiawi kopi diantaranya:
- Kafein. Seperti nikotin dan kokain, kafein adalah alkaloid, yaitu racun yang diproduksi tanaman. Racun imenutupi receptor syaraf yang menerima adenosin, yaitu sinyal kimiawi tidur. Akibatnya: kita bangun
- Etilfenol. Senyawa berbau tar. Benda ini juga ditemukan di feromon pada kecoa — senyawa yang mereka gunakan sebagai alarm tanda bahaya bagi kelompoknya.
- Quinic Acid (Asam Kina?). Ini yang memberi kopi sedikit rasa asam. Tapi senyawa ini juga digunakan sebagai starter pada Tamiflu.
- Dicaffeoyl-Quinic Acid. Ini antioksidan di dalam kopi. Saat para ilmuwan mengenakan senyawa ini pada neuron, sel-sel itu meningkat daya lindungnya terhadap kerusakan dari radikal bebas.
- Asetilmetil-Karbinol. Rasa mentega yang kaya pada kopi itu berasal dari cairan kuning yang mudah menyala ini.
- Putrescine. Kenapa daging busuk beracun? Bakteri E. coli mengurai asam amino menjadi putrescine, yang terdapat secara alami di dalam biji kopi ini. Baunya … tebak sendiri.
- Trigonelline. Ini molekul niacin yang melekat pada kelompok metil. Ia terurai menjadi pyridin, yang memberi kopi rasa agak manis, aroma tanah, dan mencegah bakteri Streptocollus mutan perusak gigi itu untuk melekat di gigi. Ya, kopi menyehatkan gigi.
- Niacin. Trigonelline tidak stabil pada suhu di atas 70ÂșC, dan dapat terurai menjadi niacin — vitamin B — di cangkir kita. Dua cangkir kopi memenuhi setengah kebutuhan vitamin B harian kita.
Jika merujuk pada sejarah penemuan kopi, dapatlah dipahami mengapa penggembala Ethiopia dan kambing-kambingnya yang memakan kopi tiba-tiba menunjukkan atraksi aneh berupa gerakan enerjik dan riang gembira. Sebab, kafein merangsang sistem syaraf pusat, menghadirkan sensasi segar, penuh tenaga, dan menghilangkan kantuk untuk sementara.
Kisah Pembuat Antivirus dari Bojongsoang

Dari lima anak berbakat di bidang IT yang memaparkan karyanya di Aula Timur ITB, Jumat (11/2/2011) siang, duo bersaudara pembuat Program Antivirus Artav, Arrival Dwi Sentosa (13) dan Taufik Aditya Utama (18), mendapat sambutan paling meriah. Mereka digadang-gadang menjadi penampil pertama. Dan saat Artav (Arrival Taufik Antivirus) berhasil menemukan virus lokal bernama Yuyun yang bercokol di flash disk milik seorang panelis, para hadirin spontan berdiri dan menyambutnya dengan tepuk tangan meriah (standing ovation) untuk mereka berdua.
Kesuksesan Taufik dan Rival tidak hanya dibuktikan lewat tes di hadapan lebih dari seratus penonton, tetapi bisa dilihat dari jumlah pengunduh Artav yang hingga Senin (14/2/2011) sore mencapai 300.000 orang dari 60 negara. Bahkan, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar pun berjanji akan membantu proses pengurusan hak paten Artav atas nama keduanya.
Dari segi fitur, aplikasi yang bisa diunduh gratis oleh setiap pengguna internet ini memiliki beberapa keunggulan. Seperti fitur Anti Hacker yang bisa melindungi komputer dari upaya penyusupan, Mail Servis untuk mengidentifikasi dan membersihkan virus yang bersarang di kotak surat, dan Internet Security yang masih dalam tahap pengembangan. Juga ada fitur Scan USB untuk memastikan setiap flash disk yang dicolok ke komputer bebas dari virus.
Bagi Arrival dan Taufik, keberhasilan Artav mendeteksi virus tersebut merupakan buah kerja keras keduanya dalam mengembangkan aplikasi dan membangun database virus selama setahun terakhir. Meksipun berasal dari keluarga sederhana, mereka tidak pernah berhenti mengembangkan program antivirus yang semula diberi nama Eagel Protection.
Virus Bandel
Program antivirus Artav sebenarnya dimulai dari kekesalan dua remaja asal Bojongsoang ini yang setiap hari menemukan virus di komputer milik ayahnya. Mereka tidak habis pikir, mengapa virus-virus itu tidak kunjung teratasi setelah semua program antivirus dicoba. "Sampai akhirnya motherboard rusak. Saya kan kesel," Rival mengenang awal dimulainya proyek Artav.
Agar komputer tersebut bisa digunakan kembali, siswa kelas II SMP 48 Bandung ini berjibaku mengumpulkan uang bersama kakaknya, Taufik, untuk untuk membeli motherboard baru. Selain uang jajan, mereka juga menyimpan uang jatah Lebaran yang biasanya digunakan untuk membeli baju baru. "Lebaran tahun 2009 kemarin kami terpaksa tidak beli baju baru. Uangnya dipakai buat beli motherboard," cerita Rival yang diamini Taufik.
Motherboard seharga Rp 450.000 itu akhirnya bisa mereka beli dan komputer sang ayah pun bisa berfungsi kembali.
Akhir Maret 2010, mereka mulai membuat rancangan aplikasi antivirus berbasis Visual Basic dengan fasilitas seadanya. Mereka hanya mengandalkan komputer milik ayahnya yang sehari-hari digunakan untuk memperbaiki ponsel pelanggan.
Kesuksesan Taufik dan Rival tidak hanya dibuktikan lewat tes di hadapan lebih dari seratus penonton, tetapi bisa dilihat dari jumlah pengunduh Artav yang hingga Senin (14/2/2011) sore mencapai 300.000 orang dari 60 negara. Bahkan, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar pun berjanji akan membantu proses pengurusan hak paten Artav atas nama keduanya.
Dari segi fitur, aplikasi yang bisa diunduh gratis oleh setiap pengguna internet ini memiliki beberapa keunggulan. Seperti fitur Anti Hacker yang bisa melindungi komputer dari upaya penyusupan, Mail Servis untuk mengidentifikasi dan membersihkan virus yang bersarang di kotak surat, dan Internet Security yang masih dalam tahap pengembangan. Juga ada fitur Scan USB untuk memastikan setiap flash disk yang dicolok ke komputer bebas dari virus.
Bagi Arrival dan Taufik, keberhasilan Artav mendeteksi virus tersebut merupakan buah kerja keras keduanya dalam mengembangkan aplikasi dan membangun database virus selama setahun terakhir. Meksipun berasal dari keluarga sederhana, mereka tidak pernah berhenti mengembangkan program antivirus yang semula diberi nama Eagel Protection.
Virus Bandel
Program antivirus Artav sebenarnya dimulai dari kekesalan dua remaja asal Bojongsoang ini yang setiap hari menemukan virus di komputer milik ayahnya. Mereka tidak habis pikir, mengapa virus-virus itu tidak kunjung teratasi setelah semua program antivirus dicoba. "Sampai akhirnya motherboard rusak. Saya kan kesel," Rival mengenang awal dimulainya proyek Artav.
Agar komputer tersebut bisa digunakan kembali, siswa kelas II SMP 48 Bandung ini berjibaku mengumpulkan uang bersama kakaknya, Taufik, untuk untuk membeli motherboard baru. Selain uang jajan, mereka juga menyimpan uang jatah Lebaran yang biasanya digunakan untuk membeli baju baru. "Lebaran tahun 2009 kemarin kami terpaksa tidak beli baju baru. Uangnya dipakai buat beli motherboard," cerita Rival yang diamini Taufik.
Motherboard seharga Rp 450.000 itu akhirnya bisa mereka beli dan komputer sang ayah pun bisa berfungsi kembali.
Akhir Maret 2010, mereka mulai membuat rancangan aplikasi antivirus berbasis Visual Basic dengan fasilitas seadanya. Mereka hanya mengandalkan komputer milik ayahnya yang sehari-hari digunakan untuk memperbaiki ponsel pelanggan.
Antivirus Siswa SMP Stella Maris Mampu Jaring 4.000 Virus
Anda yang biasa browsing di situs softpedia.com untuk mencari antivirus, tentu mengenal Blue Atom Antivirus. Tetapi, tahukah Anda siapa pencipta antivirus ukuran 2,5 MB yang mampu menjaring sekitar 4.000 virus dalam dan luar negeri itu?
Dia adalah Alvin Leonardo (14) siswa kelas IX E SMP Katolik Stella Maris, Surabaya. Hebatnya, karya arek Suroboyo ini secara resmi telah mendapat garansi 100 persen clean oleh softpedia pada 19 Oktober 2009.
Meski menjadi salah satu penghuni kelas unggulan di sekolah, Alvin adalah sosok siswa bersahaja. Tak terlihat istimewa. Rambut pendek dan badan sedikit kurus. Tapi, ia memang lebih menguasai pemrogaman komputer dibanding rekan-rekannya.
Dia adalah Alvin Leonardo (14) siswa kelas IX E SMP Katolik Stella Maris, Surabaya. Hebatnya, karya arek Suroboyo ini secara resmi telah mendapat garansi 100 persen clean oleh softpedia pada 19 Oktober 2009.
Meski menjadi salah satu penghuni kelas unggulan di sekolah, Alvin adalah sosok siswa bersahaja. Tak terlihat istimewa. Rambut pendek dan badan sedikit kurus. Tapi, ia memang lebih menguasai pemrogaman komputer dibanding rekan-rekannya.
Tentang Kekalahan Timnas Indonesia VS Turkmenistan
Riedl : Keunggulan Fisik Lawan Menyulitkan
Langkah Indonesia untuk menuju Olimpiade London 2012 menemui batu terjal. Kekalahan 1-3 dari Turkmenistan di laga perdana Pra Olimpiade yang berlangsung di Stadion Jakabaring. Palembang, Rabu (23/2) membuat Okto Maniani dkk harus membalasnya di kandang lawan dengan skor minimal 3-0.
Pada pertandingan tadi, Indonesia sebenarnya sempat unggul lewat gol Titus Bonai. Namun, tiga gol tim tamu yang dicetak Amanov Arslanmyrat, Boliyan Aleksandr dan Vahyt memaksa Indonesia menyerah 1-3.
Pelatih Alfred Riedl tidak terlalu menyalahkan anak asuhnya atas kekalahan ini. Alfred bahkan tetap memuji para pemainnya yang tampil cukup impresif dengan menciptakan beberapa peluang.
“ Ini pertandingan yang cukup menarik. Hasil paling fair bagi Indonesia sebenarnya adalah imbang, karena kita pun banyak mendapatkan peluang. Namun memang sangat sulit bermain menghadapi lawan yang punya fisiknya lebih besar dan kuat,” kata Alfred Riedl.
Riedl juga menyebutkan anak asuhnya sudah menjalankan instruksinya dengan baik dengan banyak melakukan serangan dari sayap. Hanya saja, pemain Turkmenistan memang mampu bertahan dengan baik dan pemain kita cjukup kerepotan dibuatnya. Walaupun sesekali, Okto dan Dendi mampu membahayakan pertahanan lawan.
“ Peran Dendi Santoso juga cukup bagus. Tugasnya cukup berat, selain melakukan serangan dari sayap kanan, ia juga harus menjaga pergerakan kapten Turkmenistan Amanov Arslanmyrat. Dia adalah pemain inti di timnas senior Turkmenistan, “ ungkap pelatih asal Austria ini.
Meski peluang menang di laga kedua tanggal 9 Maret di Turkmenistan cukup berat, Alfred optimis pemainnya bisa bangkit kembali. Yang jelas timnas akan focus untuk tetap bermain maksimal pada leg-kedua nanti.
Di sisi lain, mantan pelatih Vietnam ini juga menyatakan bahwa timnas Indonesia memang harus menapak prestasi di asia tenggara dulu. Terlalu drastis jika dalam waktu singkat ingin berbicara banyak di level asia. (asp)
Susunan pemain Indonesia: 23-Kurnia Meiga; 2-Seftia, 13-Gunawan Dwi Cahyo; 4-Safri Umri, 5-Johan Ahmat Farizi/Dias Angga Putra (55), 7-Titus Bonai, 8-Egi Melgiansyah, 10-Oktovianus Maniani, 15-Hendro Siswanto; 14-Dendi Santoso/Engelberd Sani (82), 21-Yongki Aribowo (C)/Rishadi Fauzi (67).
Turkmenistan: 1-Geldiyev Batyr; 2-Komekov Hemayat, 3-Soyunov Shohrat, 5-Atayev Ahmet, 18-Annaorazov Serdar; 6-Durdiyev Didar, 7-Amanov Arslanmyrat (C), 8-Tagayev Elman, 12-Astanov Umidjan/Geldiyev Ata (79); 9-Boliyan Aleksandr/Tamurkin Ilya (84), 11- Orazsahedov Vahyt.
sumber : http://www.pssi-football.com/
Pada pertandingan tadi, Indonesia sebenarnya sempat unggul lewat gol Titus Bonai. Namun, tiga gol tim tamu yang dicetak Amanov Arslanmyrat, Boliyan Aleksandr dan Vahyt memaksa Indonesia menyerah 1-3.
Pelatih Alfred Riedl tidak terlalu menyalahkan anak asuhnya atas kekalahan ini. Alfred bahkan tetap memuji para pemainnya yang tampil cukup impresif dengan menciptakan beberapa peluang.
“ Ini pertandingan yang cukup menarik. Hasil paling fair bagi Indonesia sebenarnya adalah imbang, karena kita pun banyak mendapatkan peluang. Namun memang sangat sulit bermain menghadapi lawan yang punya fisiknya lebih besar dan kuat,” kata Alfred Riedl.
Riedl juga menyebutkan anak asuhnya sudah menjalankan instruksinya dengan baik dengan banyak melakukan serangan dari sayap. Hanya saja, pemain Turkmenistan memang mampu bertahan dengan baik dan pemain kita cjukup kerepotan dibuatnya. Walaupun sesekali, Okto dan Dendi mampu membahayakan pertahanan lawan.
“ Peran Dendi Santoso juga cukup bagus. Tugasnya cukup berat, selain melakukan serangan dari sayap kanan, ia juga harus menjaga pergerakan kapten Turkmenistan Amanov Arslanmyrat. Dia adalah pemain inti di timnas senior Turkmenistan, “ ungkap pelatih asal Austria ini.
Meski peluang menang di laga kedua tanggal 9 Maret di Turkmenistan cukup berat, Alfred optimis pemainnya bisa bangkit kembali. Yang jelas timnas akan focus untuk tetap bermain maksimal pada leg-kedua nanti.
Di sisi lain, mantan pelatih Vietnam ini juga menyatakan bahwa timnas Indonesia memang harus menapak prestasi di asia tenggara dulu. Terlalu drastis jika dalam waktu singkat ingin berbicara banyak di level asia. (asp)
Susunan pemain Indonesia: 23-Kurnia Meiga; 2-Seftia, 13-Gunawan Dwi Cahyo; 4-Safri Umri, 5-Johan Ahmat Farizi/Dias Angga Putra (55), 7-Titus Bonai, 8-Egi Melgiansyah, 10-Oktovianus Maniani, 15-Hendro Siswanto; 14-Dendi Santoso/Engelberd Sani (82), 21-Yongki Aribowo (C)/Rishadi Fauzi (67).
Turkmenistan: 1-Geldiyev Batyr; 2-Komekov Hemayat, 3-Soyunov Shohrat, 5-Atayev Ahmet, 18-Annaorazov Serdar; 6-Durdiyev Didar, 7-Amanov Arslanmyrat (C), 8-Tagayev Elman, 12-Astanov Umidjan/Geldiyev Ata (79); 9-Boliyan Aleksandr/Tamurkin Ilya (84), 11- Orazsahedov Vahyt.
sumber : http://www.pssi-football.com/
Rabu, 23 Februari 2011
Ashanti, Bocah Bertubuh Nenek 80 Tahun
Ashanti termasuk salah satu dari dua penderita HGP yang ditemukan di Inggris.
Ashanti Smith berjalan perlahan menuju kamar tidurnya yang berdekorasi warna merah jambu. Sambil tersenyum, ia mengucapkan selamat tidur pada sang ibu.
Tapi, tidur bagi bocah cilik ini berarti sebuah perjuangan. Ashanti yang baru berusia delapan tahun terperangkap di dalam tubuh lansia, seperti seorang nenek berusia 80 tahun. Itulah sebabnya, setiap langkah dalam hidupnya adalah waktu yang sangat berharga bagi sang ibu, Phoebe.
Si gadis kecil pemberani didiagnosis memiliki penyakit penuaan yang langka. Ia menderita Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGP) beberapa pekan sebelum usianya satu tahun.
Seperti bocah pada umumnya, Ashanti suka bermain dengan teman sebayanya. Tapi tubuhnya sangat ringkih. Berat badannya hanya 12 kilogram, lebih ringan dari adiknya Brandilouise, yang berusia 5 tahun.
Penyakit langka ini telah menghancurkan tubuh dan sendi-sendinya. Dia, misalkan, sulit berjalan jauh. Jarak bisa sangat menyakitkan bagi Ashanti. Itu sebabnya, Ashanti membutuhkan bantuan kursi roda khusus.
Ashanti kerap sesak napas, karena anggota tubuhnya lemah. Itu juga efek dari pengerasan arteri dan sirkulasi darah yang buruk. Sejak usia satu tahun, semua rambut di kepala gadis kecil ini rontok. Untuk mengurangi penderitaannya, Ashanti menjalani pengobatan perintis dua kali setahun di Marseilles, Perancis.
Para dokter mengakui belum mengetahui bagaimana penyakit ini mempengaruhi sistem peredaran darah Ashanti di masa depan.
Sang ibu, Phoebe, 25, mengungkap pernyataan tentang buah hatinya yang luar biasa. "Ashanti adalah seorang yang sangat luar biasa, penuh kebahagiaan dan dicintai banyak orang," katanya seperti dikutip dari The Sun.
Phoebe bertutur, ketika lahir, Ashanti tak menampakkan kelainan apapun. "Ketika dilahirkan, ia tampak sangat sempurna. Dia memiliki mata biru besar yang indah dan hidung yang kecil," ujarnya.
Namun, tiga pekan setelahnya Ashanti mulai menampakkan gangguan pertumbuhan. Selama enam bulan, ia tak bertumbuh, dan mulai berhenti makan. Saat usianya setahun barulah diketahui penyakit itu berdiam di tubuhnya.
"Saat mengetahuinya, hati saya hancur. Tapi ia adalah anak yang kuat. Putriku mungkin punya kelainan, tapi dia manusia yang penuh cinta," ujar Phoebe.
HGP adalah kondisi genetik yang sangat langka di dunia. Hingga saat ini, penyakit itu belum bisa disembuhkan. Ashanti termasuk salah satu dari dua penderita yang ditemukan di Inggris.
Kendati tak mempengaruhi perkembangan otak, HGP menyebabkan penuaan arteri secara cepat, dan berakibat pada kematian dini. Kebanyakan penderita tak mencapai ulang tahun ke-15 akibat dampak penyakit tersebut pada kesehatan jantung dan arteri.
sumber : http://kosmo.vivanews.com/news/read/205544-bocah-cilik-ini-menyerupai-nenek-80-tahun
3 Jagoan IT tanpa bekal Ijazah
1. Bill Gates (pendiri Microsoft)

2. Steve Jobs (pendiri Apple)

3. Mark Zuckerberg (pendiri Facebook)


2. Steve Jobs (pendiri Apple)

3. Mark Zuckerberg (pendiri Facebook)

LONDON – Bagi sebagian orang ijazah dari perguruan tinggi adalah faktor yang menentukan kesuksesan di masa depan. Tapi bagi tiga jagoan IT dunia, ijazah ternyata bukanlah satu-satunya kunci untuk meraih kesuksesan.
Tahukah anda bila nama-nama besar seperti pendiri Microsoft, Bill Gates, pendiri Apple Steve Jobs, dan Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg meraih sukses tanpa berbekal ijazah dari tempat kuliah masing-masing. Demikian dilansir Xinhua, Selasa (11/5/2010).
Gates bahkan dikenal sebagai orang paling sukses yang dikeluarkan dari kampusnya di Harvard University. Suami dari Mellinda ini, masuk Harvard di tahun 1973, tapi dua tahun kemudian keluar dari kampus dan bersama temannya Paul Allen ia mendirikan Microsoft.
Pria yang pernah dinobatkan dalam jajaran pria terkaya dunia selama satu dekade itu, akhirnya mendapat gelar Doktor Honoris Clausa dari bekas kampusnya di tahun 2007. “Mungkin saya membawa pengaruh yang buruk,” canda Gates.
Jagoan IT berikutnya, Steve Jobs diketahui drop out dari Reed College. Ia hanya duduk di kampus tersebut kurang lebih enam bulan. setelah itu ia fokus untuk mendirikan Apple, neXT Computer dan Pixar. Karya-karyanya telah mempengaruhi pengembangan dunia komputer di Dunia.
Seolah mengikuti jejak kakak tingkatnya, pendiri Facebook Mark Zuckerberg juga meninggalkan bangku kampusnya di Harvard. Tapi situs jejaring pertemanannya yang dikembangkannya telah membius jutaan orang di dunia dan menghasilkan uang setidaknya sekira USD4 juta.
Diluar nama-nama ‘jagoan’ IT tersebut, juga banyak bintang terkenal yang juga meraih kesuksesan tanpa berbekal ijazah perguruan tinggi, sebut saja aktor Tom Hanks, Harisson Ford, Lady Gaga, hingga James Cameron. (ugo)
sumber : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=74341
Bring Back The Sun To My Heart
Matahari adalah bintang galaksi bimasakti
yang hingga saat ini setia mematuhi perintah illahi
untuk terus mengelilingi orbitnya hingga hari akhir nanti
Matahari tak seperti lilin api
yang terus membakar tubuh diri
hingga habis tak bersisa untuk menerangi
Matahari juga terus membakar diri
hingga cahayanya sampai di bumi
namun dia berusaha untuk terus mempertahankan nyala api
agar terus menerus menerangi
apa yang ada dibumi
tanpa harus kehabisan energi
Matahari itu juga adalah bentuk yang tak pernah aku mengerti
namun kehadirannya selalu sampai dihati
meski aku sangat merindukan perjalanan menuju matahari
aku yakin cahayanya terus ada hingga akhir nanti
Sumber : dari palung hati yang paling dalam
Sumber : dari palung hati yang paling dalam
Langganan:
Postingan (Atom)






