Rabu, 16 Maret 2011

Batan: RI Bebas Radiasi Nuklir & Hujan Asam Jepang

Jakarta – Pasca gempa dan tsunami Jepang, reaktor nuklir yang ada di Jepang meledak. Banyak yang khawatir. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Batan) RI pun klaim RI bebas radiasi itu.
Terkait dengan meledaknya nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima dan bahaya radiasi yang mengancam, Batan menyatakan Indonesia aman dari rasiasi nuklir itu.
Gempa berkekuatan 9 pada Skala Richter (SR) yang melanda Jepang pada Jumat (11/3/2011) mengakibatkan beberapa PLTN secara otomatis mati. Di Fukushima, tiga reaktor , yakni unit 1, 2, dan 3 meledak.
Menurut keterangan yang diperoleh INILAH.COM, saat itu proses pendinginan berlangsung dengan baik. Namun, beberapa saat kemudian timbul tsunami yang mengakibatkan pendinginan darurat PLTN tersebut tak berfungsi.
Akibatnya, setelah berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan tekanan uap air dalam tangki reaktor, ledakan hidrogen pun terjadi di reaktor PLTN unit 1 (12/3/2011), unit 3 (14/3/2011), dan unit 3 (15/3/2011).
Hingga Senin (14/3) Pemerintah Jepang tak memperluas daerah evakuasi, yakni tetap pada radius 20 km dan hingga saat ini pernyataan kedaruratannya adalah lokal bukan lingkup negara.
Terkait ketakutan bahaya radiasi tersebut, pihak Indonesia tak khawatir. Pasalnya, rata-rata kecepatan angin adalah 0,2-0,3 meter per detik ke arah utara dan barat laut, bukan ke arah Indonesia yang berada di selatan Jepang.
Tentang hujan asam, hal itu diperhitungkan berasal dari penggunaan boron dalam pendingin reaktor, dalam bentuk asam borat. Asam borat ini termasuk asam lemah, jauh lebih lemah dibanding asam sulfat ataupun asam nitrat. [nic]

sumber : inilah.com

0 komentar:

Posting Komentar