Selasa, 15 Maret 2011

Nissan dan Honda Rugi 2 Miliar Dolar Per Hari

TOKYO, Nissan Motor Co. Ltd., dan Honda Motor Company, produsen mobil nomor 2 dan 3 di Jepang saat ini, menurut Goldmand Sachs Group dan dilansir Bloomberg, diperkirakan mengalami kerugian 2 miliar dolar per hari akibat menghentikan produksinya di semua pabrik di Jepang. Selain itu, kedua produsen tersebut (berama Toyota), juga mengalami kerusakan pabrik dan fasilitas lainnya di Tochigi, 100 km di utara Tokyo.
Honda mengumumkan, pabriknya di Tochigi, termasuk fasilitas R&D dan Honda Engineering, mengalami kerusakan pabrik. Akibatnya, bukan hanya pabrik di kota yang ditutup, Honda juga menutup pabriknya daerah paling selatan, Kumamoto (pulau Kyushu). Pabrik lain yang ditutup adalah Saitama, Ogawa, Hamamatsu dan Suzuka (semua di barat daya Tokyo). Pabrik ini akan ditutup mulai hari ini sampai 20 Maret mendatang.
Menurut juru bicara Honda di Tokyo, Tomoko Takamori, selama penutupan itu, produksi Honda akan berkurang 16.000 unit mobil dan 2.000 unit sepeda motor.
Sementara itu, Nissan yang punya perakitan sedan sport dan mobil mewah di Tochigi, juga harus menghentikan produksinya karena terbakar. Nissan juga menderita kerugian, yang 2.300 unit Infiniti yang siap dikapalkan disapu tsunami dan sebagian ada pula yang terbakar.
Penghentian produksi pada pabrik yang tidak rusak karena produsen kesulian untuk mendapatkan pasokan komponen untuk mobil yang dirakitnya. Apalagi, umumnya produsen tersebut menerapkan sistem “just-in time” untuk pengandaan suku cadang. Kesulitan bertambah karena terbatasnya adanya pemadaman listrik secara bergilir sehingga pemasok tidak bisa memproduksi dan mengirimkan barang.  

Menyumbang Kendati  menderita kerugian besar,  kedua perusahaan tetap memberi sumbangan. Honda menyumbang 1.000 unit genset untuk mengatasi masalah pemadam listrik dan dana tunai 300 juta yen.  
Sementara itu Nissan  menghentikan kegiatan produksi di Oppama, Kyushu, Nissan Shatai dan Yokohama sampai besok (16 Maret). Nissan mengakut telah memberikan sumbangan 30 juta yen dan menyediakan truk dan forklift untuk membantu pemulihan daerah yang kena bencana.
Jelas pula, untuk mengatasi masalah kelistrikan, Nissan memerintahkan pengawainya untuk tidak menggunakan AC di markas besarnya, Yokohama. Bahkan  menutup Nissan Gallery di Sapporo, Ginza dan  Nagoya sampai 18 Maret. Dealer juga diperintahka mematikan lampu indetifikasi dealer dan iklan serta mengurangi penerangan di dalam ruang pamer.

Sumber : Kompas.com

0 komentar:

Posting Komentar