Kamis, 21 April 2011

Meninggalkan Emas Demi Kopi

Waku Wakerkwa pernah pindah dari Wamena ke Timika karena tergiur kilau emas. Ia menjadi pendulang emas di kawasan tambang PT Freeport. Namun setelah sekian lama, ia akhirnya berpaling ke emas hitam, yakni kopi, dan memutuskan kembali ke Wamena.

Tahun 1993, Waku Wakerkwa sebenarnya sudah menjadi petani kopi di Wakamena. Namun, setelah dua tahun budidaya kopi ini dirasa tak menghasilkan, ia memutuskan menebang habis pohon kopinya dan menanam tanaman palawija seperti talas, ubi jalar dan sayuran.

Didorong oleh kebutuhan hidup yang makin besar, tahun 2003, Waku Wakerkwa, yang kini berusia 50 tahun, meninggalkan desanya, Pirime di Kabupaten Jayawijaya, dengan harapan mendapatkan hidup yang lebih baik di Timika, menyusul beberapa anggota keluarganya.

Gagal mencari kerja di Timika, ia memutuskan bergabung dengan keluarga besarnya mendulang emas di kawasan tambang PT Freeport. Menyusuri sungai untuk mendulang emas selama seminggu bukan hal asing baginya. Ia baru kembali ke Timika setelah menemukan paling tidak 2 gram emas untuk dijual di Timika.

Tahun 2009, Wakerkwa mendengar kabar dari kantor USAID/AMARTA (Agribusiness Market and Support Activity) mengenai program PADA (Papua Agriculture Development Alliance) yang sedang membantu Koperasi Baliem Arabika untuk meningkatkan produksi dan kualitas Kopi Arabika di Lembah Baliem.

“Saya dengar koperasi membeli kopi dengan harga lebih tinggi dan telah melatih petani untuk meningkatkan produksi," katanya seperti dikutip dalam siaran pers U.S. Agency for International Development (USAID), Rabu (20/4/2011), saat memperingati berakhirnya proyek AMARTA yang telah berlangsung selama 5 tahun.

Ia juga mendengar bahwa koperasi membeli kopi langsung dari petani sehingga dapat mengurangi biaya transportasi petani. Tertarik oleh apa yang didengarnya, Wakerkwa memutuskan kembali ke desanya.

Di Wamena ia kembali menanam kopi di lahannya. Saat menjual panen kopi perdananya, dan mendapat harga lebih tinggi dari bayangannya, Wakerkwa berseru “Niniki Ale’nggen…Abuiya!” yang berarti “Saya sangat senang... Sangat menakjubkan!”

Cerita keberhasilan itu membuat setidaknya tiga pendulang emas lain kembali ke lembah untuk menanam kopi. Kini beberapa keluarga sudah bisa hidup berkecukupan dari kopi.

Adapun program AMARTA di Papua memberikan pelatihan budidaya kopi, penanganan pascapanen, dan teknik pemrosesan kopi. Hasilnya, keuntungan yang didapatkan dengan menjual kopi, membuat petani seperti Wakerkwa mampu membantu beberapa program masyarakat seperti membangun gereja baru.

Wakerkwa pun bersyukur karena dulu memutuskan untuk kembali menjadi petani kopi dan tidak dibutakan kilau emas.

sumber : www.kompas.com
Rabu, 20 April 2011

Chris Lesmana, Orang Indonesia Perancang Mobil-mobil VW

Jakarta - Selain merancang New Beetle, desainer mobil VW asal Indonesia, Chris Lesmana juga mendesain mobil VW lainnya. Nama Chris Lesmana pun terlihat dalam berbagai daftar paten.

Seperti dilansir situs resmi US Patent, Rabu (20/4/2011), Chris Lesmana  ikut menggarap proyek mobil konsep family dan perkotaan VW yakni VW Up!.

Chris menggarap Up! bersama dengan Klaus Bischoff, dan Marco Antonio Pavone. Desain patennya terdaftar di Amerika Serikat pada 2008 lalu.

Up! merupakan mobil konsep VW untuk mobil perkotaan. Mobil ini terdiri dari 3 varian yakni Up! dua pintu, Space Up! dan Space Up! Blue Van.

Selain Up! Chris juga ikut dalam proyek mobil sedan VW pada 2001 lalu.
sumber : http://oto.detik.com
Selasa, 12 April 2011

Koplak dan Iron Digdaya di Amrik

YOGYAKARTA - Tim Iron Fire Universitas Gadjah Mada (UGM) membuktikan kedigdayaannya dalam kompetisi robot pintar Trinity College Fire-Fighting Robot Contest di Hartford City, Connecticut, Amerika Serikat, 9–10 April kemarin. Robot ciptaan mereka, Koplak dan Iron, berhasil meraih juara pertama dan kedua.

Koplak dan Iron adalah robot ciptaan tiga mahasiswa Fakultas Teknik UGM, yakni Luiz Rizki Ramelan, Farid Inawan, dan Noer Azis Ismail. Dua robot tersebut berhasil menjadi jawara dalam kompetisi adu cepat mencari dan memadamkan lilin kategori Senior Wheeled Robot atau robot beroda. Mereka menyisihkan 41 tim internasional lainnya, termasuk China sebagai kompetitor paling berat.

Kemenangan tim Iron Fire UGM tak lepas dari rasa percaya diri yang diperoleh setelah memenangi kompetisi tingkat nasional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 2010 lalu. Sejumlah perbaikan, seperti penambahan jumlah roda dari dua menjadi empat, telah dilakukan untuk menghadapi kompetisi yang berlangsung Connecticut, Amerika Serikat tersebut. Desain robot pun disempurnakan secara khusus untuk menambah kestabilan manuver dalam kompetisi itu.

Penyempurnaan itulah yang membuat tim UGM sangat siap menghadapi rintangan seperti uneven floor, sound damper, dan property. “Tim optimistis akan dapat melewati rintangan ini,” ujar Luiz Rizki saat berdialog dengan wartawan sebelum keberangkatan ke Amerika Serikat.

Tim UGM didampingi oleh Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Penelitian Fakultas Teknik UGM Prof. Jamasri.

Kemenangan tim UGM juga diikuti tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Komputer (Unikom) Bandung dalam kategori lomba berbeda pada kompetisi robot internasional yang digelar ke-18 kalinya tersebut. (maha deva/sindo) (rfa)(//rhs)

sumber : http://kampus.okezone.com
Jumat, 08 April 2011

Perubahan Iklim Tingkatkan Populasi Ulat Bulu

Perubahan iklim terutama temperatur lingkungan ikut mempengaruhi populasi ulat bulu, karena temperatur yang meningkat dapat mempercepat siklus hidup ulat itu, kata pakar hama dan penyakit tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Suputa. "Meningkatnya populasi ulat bulu juga disebabkan semakin berkurangnya musuh alami, seperti burung, parasitoid, dan predator lain," katanya dalam diskusi Fenomena Wabah Hama Ulat Bulu di Jawa Timur, di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, akibat tingginya populasi, serangan ulat bulu di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, semakin memprihatinkan. Ulat bulu tidak hanya menyerang daun mangga di Kecamatan Bantaran, Leces, Sumberasih, dan Tegalsiwalan, tetapi juga memasuki rumah penduduk. "Daun mangga varietas Manalagi di daerah itu habis dimakan ulat bulu. Pohon mangga tinggal ranting dan batangnya," katanya.
Ia mengatakan, ulat bulu tersebut lebih memilih menyerang daun mangga Manalagi dibanding varietas pohon mangga lain. Pemilihan inang itu dilakukan ulat bulu dewasa saat meletakkan telur. "Ulat bulu bukan termasuk kupu-kupu, tetapi sebangsa ngengat. Diduga ngengat ulat bulu itu yang meletakkan telur pada celah kulit pohon mangga atau di bawah daun," katanya.
Menurut dia, serangan ulat bulu tersebut bukan fenomena baru, karena sebelumnya pernah terjadi serangan serupa. Bahkan, pernah terjadi tanaman lombok se-Jawa yang layu menguning akibat serangan hama tanaman. "Terdapat dua spesies ulat bulu yang menyerang daun mangga di Probolinggo, yakni arctornis sp dan Lymantria atemeles Collenette. Ulat bulu itu bersifat nokturnal, yakni ulat yang aktif pada malam," katanya.
Ia mengatakan tidak mengherankan jika pada malam sering terdengar seperti suara hujan, padahal saat itu sesungguhnya ulat bulu sedang memakan daun-daun mangga. "Jika serangan ulat ini dibiarkan, maka akan banyak pihak mengalami kerugian. Selain ketakutan juga kerugian secara ekonomi," katanya.
Oleh karena itu, pengendalian terhadap populasi ulat menjadi langkah yang harus segera dilakukan. Terlebih kemampuan produksi telur ulat betina mencapai 70-300 butir per ulat. "Pengendalian hama terpadu dengan pendayagunaan musuh alami, burung, parasitoid, perangkap lampu UV, dan penggunaan perangkap feromon seks perlu dilakukan," katanya.

sumber : www.republika.co.id
Selasa, 05 April 2011

Percakapan Rossi-Stoner Seusai Balapan


JEREZ – Casey Stoner harus mengubur ambisinya menjuarai GP Spanyol, Jerez, setelah terjatuh akibat menyenggol motor Valentino Rossi. Stoner tidak bisa melanjutkan balapan, sementara Rossi tetap menyelesaikan balapan hingga finis di posisi kelima.
Stoner yang memulai balapan dari posisi pertama, sebenarnya langsung memimpin balapan. Tapi, rider Honda Repsol dilewati Marco Simoncelli dan harus bersaing dengan Valentino Rossi yang sukses menyodok ke posisi tiga.
Petaka buat keduanya, The Doctor coba mengambil Stoner dari dalam di lap 8. sayang Rossi terlalu cepat mengambil keputusan dalam menyalip dan terlambat saat berbelok. Rider Ducati itu tergelincir dan membuat Stoner tidak sempat menghindari motor Rossi yang jatuh di depannya.
Seusai balapan, Rossi sendiri langsung mencari dan menghampiri Stoner untuk meminta maaf. Keduanya terlihat berjabat tangan. Inilah petikan percakapan keduanya, seperti dilansir Crash.
Stoner (tersenyum): “Bagaimana bahumu? Apakah baik-baik saja?”
Rossi (dengan helm yang belum terlepas): “Saya sangat menyesal dan minta maaf.”
Stoner: “Okay. Kau punya masalah dengan cedera bahu itu?”
Rossi: “Saya membuat kesalahan besar”
Stoner: “Yeah. Sejujurnya, ambisi kamu mengalahkan talentamu.”
Rossi: “Eh?”
Stoner: “Ambisi yang ada lebih besar daripada bakat.”
Rossi: “Saya minta maaf”
Stoner: “Tidak masalah.”
Saat Rossi akan melintas di garis finis pada posisi lima, Stoner menyempatkan diri berlari ke pinggir sirkuit dan bertepuk tangan. Entah apa maksud dari tepuk tangan Stoner ini. Apakah bentuk kekecewaan atau memang ucapan selamat buat Rossi yang bisa menyelesaikan balapan?

Senin, 04 April 2011

Dianaktirikan, Stoner Kecam Sikap Marshall

Jerez- Rider Honda Casey Stoner mengecam tindakan marshall yang tidak memberikan bantuan kepadanya saat terjatuh di putaran kedelapan sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (3/4/2011).
Kecaman itu diutarakan Stoner ketika ia terjatuh dari motor tunggangannya di putaran kedelapan. Stoner yang jatuh setelah ditabrak oleh Valentino Rossi merasa dianaktirikan karena tidak mendapat bantuan dari petugas lapangan (marshall) seperti apa yang diperoleh Rossi.
"Ini benar-benar tidak adil. Situasi ini jelas berbeda dengan apa yang didapatkan Valentino (Rossi). Ketika saya terjatuh, saya harus berjuang untuk meminta bantuan kepada marshall agar saya dapat kembali berlomba,” ujarnya seperti dikutip Autosport.
“Ini adalah insiden balap, namun khusus untuk saya hal ini sangat mengecewakan. Tindakan yang kian memperburuk keadaan (selain terjatuh) ialah tidak adanya bantuan dari marshall, seakan tidak terjadi apa-apa pada diri saya,” imbuhnya.
Stoner mengklaim jika dirinya mendapat bantuan, kemungkinan besar ia dapat kembali melanjutkan balap dan memperoleh poin pada seri kedua lalu.
“Tidak ada kerusakan pada motor saya ketika saya terjatuh.”
“Jika saya mendapatkan bantuan (marshall), maka saya akan memiliki beberapa poin penting karena saya akan dapat kembali bersaing hingga akhir balap, namun kenyataannya berbeda,” pungkasnya.
Akibat kejadian itu, Stoner terpaksa memarkir motornya di pitlane, sedangkan Rossi terus melaju hingga akhir lomba dan menempati posisi kelima dalam daftar pembalap. [nic]

sumber : www.inilah.com

Mengaku Salah, Rossi Minta Maaf Kepada Stoner

Jerez- Rider Ducati Valentino Rossi meminta maaf kepada Casey Stoner akibat tindakannya yang mengakibatkan rider Honda itu gagal finish di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (3/4/2011).
"Ini benar-benar kesalahan saya dan saya minta maaf kepada Casey (Stoner). Saya tahu dia sangat marah karena ia tidak melakukan kesalahan dan saya justru langsung pergi tanpa meminta maaf,” ujar Rossi seperti dikutip Autosport.
Seperti diketahui, Stoner terpaksa keluar dari lintasan setelah motor yang dikendarainya ditabrak oleh Rossi yang terjatuh dari motor tunggangannya (Desmosedici) di putaran ke delapan.
Meski telah meminta maaf, namun agaknya Rossi tidak mendapat sambutan positif ketika ia mencoba menanyakan kondisi rider asal Australia itu di pit Honda.
"Saya tidak tahu, mungkin dia tidak tahu persis siapa saya!" ungkap Rossi berkelakar.
"Tapi tidak mengapa, itu cukup adil dengan dia marah. Saya telah melakukan kesalahan dan yang terpenting saya telah mencoba meminta maaf. Lagipula saya tidak begitu tertarik pada apa yang dikatakannya."
Akibat kejadian itu Stonmer terpaksa pulang dengan tangan hampa, sedangkan Rossi justru melesat ke peringkat lima dalam daftar pembalap di seri kedua di Jerez itu.[nic]

sumber : www.inilah.com