Selasa, 03 Mei 2011

Rossi 'Kecolongan' Lagi di Garis Finis Estoril

Estoril - Kans Valentino Rossi finis keempat di Estoril hilang digondol Andrea Dovizioso. Setengah bergurau, Rossi membandingkannya dengan kejadian beberapa tahun silam.

Rossi harus puas mengakhiri balapan di Estoril, Minggu (1/5/2011) malam WIB, dengan finis di posisi lima. Ini menyamai finis terbaiknya untuk Ducati yang juga ditorehkan di Jerez--pada seri perdana di Losail, Rossi finis ketujuh.

Pembalap yang akhir musim lalu masih membela Yamaha itu sebenarnya sudah di ambang posisi finis keempat. Sial untuk si rider asal Italia, Andrea Dovizioso (Honda) yang juga rekan senegaranya mampu menyalip tepat menjelang garis finis.

Rossi sendiri menyikapi kejadian itu dengan canda karena pernah mengalami skenario nyaris serupa pada tahun 2006 silam, juga di MotoGP Portugal, saat dilewati Toni Elias di trek lurus sebelum garis finis.

"Aku sempat merasa senang (jika) bisa finis di posisi empat karena itu akan menjadi hasil terbaik bersama Ducati, tapi Dovi lebih cepat dan lebih cerdas dibandingkan diriku dan melewatiku sebelum garis finis," kata Rossi di Autosport.

"Garis finis tidak memberiku banyak keberuntungan," ceplos Rossi berseloroh, merujuk pada kejadian dengan Elias.

Berbeda dengan kali ini, pada tahun 2006 silam Rossi lebih merugi karena dilewati Elias dalam perebutan podium pertama di Estoril--saat itu menjadi seri kedua dari belakang. Di akhir musim, Rossi hanya jadi runner-up di bawah juara dunia 2006 Nicky Hayden.

sumber : http://www.detiksport.com

Lorenzo Puas, Spies Frustrasi

Estoril - Duo Yamaha, Jorge Lorenzo dan Ben Spies, mengakhiri balapan di Estoril dengan berbeda. Lorenzo dipuaskan dengan finis di posisi dua sedangkan Spies yang harus retired untuk kali kedua beruntun mengaku frustrasi.

Lorenzo sebenarnya sempat memimpin balapan di Estoril, Minggu (1/5/2011) malam WIB. Sial untuknya, Lorenzo tak kuasa menghambat laju Dani Pedrosa dari Honda yang lantas keluar jadi pemenang.

"Posisi kedua cukup bagus, kami punya angka cukup banyak dari tiga balapan, jadi aku pikir kami dalam posisi bagus untuk terus berjuang di kejuaraan ini," nilai Lorenzo di situs resmi MotoGP.

Dengan hasil tersebut Lorenzo masih memuncaki klasemen sementara pembalap MotoGP dengan poin 65, unggul empat poin dari Pedrosa yang ada di posisi dua.

Kalau Lorenzo terlihat puas dengan hasil balapan di MotoGP Portugal, hal sebaliknya dirasakan Spies. Ia mengalami masalah dengan sebuah alat yang digunakan untuk menghambat aliran bahan bakar di pipa, yang mana alat itu mestinya sudah dicopot sebelum balapan dimulai.

"Saat aku mendapati alat itu belum dilepas, aku mencoba melepasnya sendiri karena letaknya tepat di samping tuas/handle-rem motorku," jelas Spies.

Usaha itu lantas malah melahirkan masalah lain karena kemudian ada bagian lain dari motornya yang longgar dan membuyarkan konsentrasi Spies.

"Itu benar-benar merusak konsentrasiku karena aku khawatir membuat pembalap lain jadi out di salah satu tikungan. Lalu aku crash," sesal Spies.

Dengan demikian, selama dua seri berturut-turut Spies gagal melintasi garis finis, sebagaimana yang terjadi di Jerez. "Aku sangat kecewa dengan hari ini. Setelah yang terjadi di Jerez, ini benar-benar bikin frustrasi karena terjadi di luar kendaliku," tukasnya.

sumber : http://www.detiksport.com