Gadis berusia 21 tahun asal
Indonesia, Karyn Emeralda, menjadi buah bibir publik Chicago, Amerika
Serikat. Pasalnya, wanita berkaca mata ini membuat kejutan dengan
menjuarai turnamen tenis di Chicago State University.
Tak cuma piawai mengayun raket untuk mengalahkan para lawannya di lapangan tenis. Emeralda pun menjadi perhatian karena dialah yang mendesain logo dan poster sekolahnya di Twitter dan Facebook.
Dengan tinggi hanya 4 kaki dan 9 inchi (tak lebih dari 1,6 meter), postur Emeralda jauh dari ideal untuk seorang petenis. Tetapi "kekurangan" itu tak menghambat wanita kelahiran Jakarta ini untuk melibas semua rival, sehingga dia menjadi yang terbaik dalam turnamen di kampusnya tersebut.
Tak cuma piawai mengayun raket untuk mengalahkan para lawannya di lapangan tenis. Emeralda pun menjadi perhatian karena dialah yang mendesain logo dan poster sekolahnya di Twitter dan Facebook.
Dengan tinggi hanya 4 kaki dan 9 inchi (tak lebih dari 1,6 meter), postur Emeralda jauh dari ideal untuk seorang petenis. Tetapi "kekurangan" itu tak menghambat wanita kelahiran Jakarta ini untuk melibas semua rival, sehingga dia menjadi yang terbaik dalam turnamen di kampusnya tersebut.
Bakat yang ada dalam diri Emeralda itu membuat teman-temannya kagum, dan memberikan sebutan "Papoy" kepadanya. Papoy adalah karakter yang cerdas di dalam film kartun "Despicable Me".
Memang, bicara postur, Emeralda terbilang sangat kecil dibandingkan teman-temannya. Bagaimana tidak, sepatu tenis bermerek Nike yang dikenakannya berukuran 5. Itu artinya, sepatu yang dikenakannya harus dipesan khusus karena takkan dijumpai di pasaran.
Namun Emeralda membuktikan bahwa postur bukan jadi alasan untuk tak bisa meraih prestasi. Dengan pukulannya yang keras dan bertenaga, Emeralda sukses menyingkirkan semua lawannya yang jauh lebih tinggi.
"Jika dia bisa menemukan sebuah pukulan yang mematikan, dia akan mendapatkannya," ujar pelatih yang sudah empat tahun menangani tenis di Chicago State, Jack Barton, seperti dikutip dari dnainfo.com, Minggu (27/1/2013). "Mungkin dia adalah pemain terbaik yang pernah saya latih," tambah Barton.
Di luar lapangan, Emeralda juga memperlihatkan prestasi yang patut membuat kita sebagai orang Indonesia ikut berbangga. Dia memperlihatkan kreativitasnya dengan membuat desain grafis untuk poster tim tenis, trek dan golf kampusnya. Selain itu, Emeralda pun mendesain poster dan logo berbagai skuad Chicago State.
"Saya suka membuat banyak hal," ujar Emeralda, yang akan lulus dalam kurun waktu 3,5 tahun. "Saya senang bermain puzzle ketika masih kecil, dan desain grafis mirip dengan membuat sebuah puzzle."
Mengenai kepiawannya bermain tenis, diakui oleh rekannya dalam latihan, Marnie Perez-Ochoa. Dia mengatakan bahwa pergerakan tangan Emeralda sangat cepat, memukul bola sangat keras, dan dia bisa mengarahkan bola ke manapun keinginannya. Sedangkan untuk urusan grafis, Emeralda dinilai nyaris sempurna.
"Saya akan melihat gambar-gambar di komputernya, dia akan mengeditnya, dan dengan segera dia sudah mendapatkan gambar yang bagus. Dia membuat semuanya terlihat mudah," ujar Perez-Ochoa, yang tinggal berseberangan dengan hall Emeralda di asrama Chicago State.
Rupanya, Emeralda meneruskan tradisi menarik keluarganya di sana. Karena, saudaranya yang lebih tua, Golda Rubina, yang lulus dari sekolah tersebut pada 2010, juga pernah menorehkan prestasi bagus, meskipun tingginya lebih pendek satu inchi dari Emeralda.
"Tinggi tak jadi masalah. Saya kira kami bisa mengatasinya dengan baik," ujar Rubina yang empat tahun lebih tua dari Emeralda. Saat ini Rubina bekerja sebagai fotografer freelance, dan tinggal di Chinatown.
Semoga apa yang diperlihatkan Emeralda
bisa menjadi inspirasi para generasi muda di Tanah Air untuk meraih
prestasi. Postur bukan jadi alasan untuk gagal meraih prestasi, tetapi
usaha keras merupakan kunci menuju kesuksesan!


0 komentar:
Posting Komentar